BUNDLING THE LITLLE BOOK OF SLOTH PHILOSOPHY & BURN OUT

Rp142.400

THE LITLLE BOOK OF SLOTH PHILOSOPHY

Seni Hidup Santai, tapi Tetap Produktif ala Kungkang

Penulis             : Jennifer McCartney

Genre               : Self Improvement

Halaman         : 188 Halaman

Ukuran            : 13 x 19 cm

Cover               : Soft Cover

Cetakan           : November 2021

ISBN                : 978-623-6083-21-5

Penerbit          : Renebook

 

Mengapa Aku Mengalami Burnout?

Seni Hidup Bahagia Orang Denmark

Judul Asli        : 내가 뭘 했다고 번아웃일까요

Penulis             : Ahn Juyeon

Ukuran            : 13 x 19 cm

Halaman         : 200 hlm

Cetakan           : Desember 2021

ISBN                : 978-623-6083-22-2

Penerbit          : Reneluv

logo renebook

THE LITLLE BOOK OF SLOTH PHILOSOPHY Seni Hidup Santai, tapi Tetap Produktif ala Kungkang

THE LITLLE BOOK OF SLOTH PHILOSOPHY

Seni Hidup Santai, tapi Tetap Produktif ala Kungkang

 

Back Cover

Kerja 85 jam seminggu, olahraga ekstrem, dan makanan cepat saji, membuat kita kehilangan fokus terhadap diri sendiri. Melupakan salah satu hal penting bahwa diri sendiri juga butuh diperhatikan.

Kungkang menawarkan pola hidup bahagia yang dapat membantumu memperlambat langkah, rileks, dan menemukan kembali keseimbangan diri.

Buku ini berusaha menyingkirkan mitos yang terlalu rumit tentang produktivitas dan menegaskan bahwa tidak masalah bersantai ala Kungkang.

Tarik napas dalam-dalam, siapkan selimut hangat serta beberapa cemilan, duduklah dengan tenang, dan mulailah membaca!

 

__________________________________

 

The Little Book of Sloth Philosophy adalah jenis buku yang membuat penulis ingin menulis, pembaca ingin merekomendasikannya, dan para penggemar sloth yang sangat ingin menambahkan koleksinya.

—Carley Fockler, editor majalah Artifact Literary

 

Buku ini menyadarkan kita bahwa gak selamanya kita harus tancap gas. Ada kalanya kita harus melambat seperti kungkang untuk mendapatkan hasil terbaik. Seperti kungkang yang gerakannya lambat, filosofi ini menekankan pentingnya untuk being the present, menikmati momen yang ada di hadapan kita. Lambat itu ga masalah, asal tau batas dan kewajiban.

—Young On Top

 

 

Sinopsis

IT’S OK TO BE A SLOTH!

Kungkang kerap dijadikan simbol hewan pemalas. Namun, dibalik kemalasannya kungkang adalah hewan yang berhati-hati dalam bertindak.

Dalam buku ini Anda dapat menikmati kebijaksanaan take-it-slow yang terinspirasi oleh kungkang, termasuk saran tentang:

  • Tidur—lebih menyegarkan daripada lari jam 6 pagi
  • Makan dan berolahraga—bagaimanapun juga, kungkang adalah pelopor asli dari makan perlahan dan yoga
  • Bekerja—tahukah Anda bahwa orang malas memiliki IQ yang lebih tinggi?
  • Kehidupan, cinta, dan keluarga

Buku ini sukses menyingkirkan mitos yang terlalu rumit tentang produktivitas, dan menegaskan bahwa tidak apa-apa menjadi seorang pemalas!

Buku ini berisi 2 bab utama. Bab pertama mendekatkan diri kita untuk kenal lebih dekat dengan kungkang. Hewan berkaki panjang, sedikit berbulu, dan bermata lebar, adalah makhluk yang luar biasa. Kungkang memikirkan semua tindakannya; penuh perhatian, penuh pertimbangan, santai, dan fokus. Bab kedua berisi tentang pedoman praktis yang akan membantumu menjadi diri sendiri.

 

Baca Buku ini Jika Kamu Ingin Tahu:

  • Fakta menarik tentang Kungkang.
  • Asal mula gerakan Slow Food dan Slow Book.
  • Tips tetap produktif dengan gaya hidup yang santai
  • Pedoman praktis siapa pun yang ingin self healing dan self love.
  • Panduan hidup untuk mereka yang ingin menjadi diri sendiri.

 

Tentang Penulis

Jennifer McCartney termasuk penulis terbaik  New York Times. Ia merupakan kontributor tetap untuk Publishers Weekly. Buku The Joy of Leaving Your Sh*t All Over the Place adalah buku terlaris New York Times yang sudah diterjemahkan ke dalam 5 bahasa. Ia menulis seri Little Book of Animal Philosophy dengan HarperCollins, termasuk buku Sloth Philosophy dan sudah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Selain non-fiksi, ia telah menerbitkan satu novel Afloat yang merupakan buku terlaris di Kanada.

Jennifer McCartney lahir di sebuah kota kecil di Ontario, Kanada. Pernah tinggal di empat negara dan bekerja di 27 tempat termasuk di ski resort, taman hiburan, dan di sebuah pulau di Great Lakes. Pemilik gelar B.A. (Bachelor of Art) dari University of Guelph dan M.Phil dari University of Glasgow ini tinggal di Brooklyn, New York.

 

Mengapa Kamu Harus Memiliki Buku ini?

  1. Sudah diterjemahkan kebeberapa bahasa.
  1. Dilengkapi dengan ilustrasi beserta fakta tentang Kungkang.
  1. Ringan dan Handy, cocok dibawa ke mana-mana.
  2. Ditulis oleh penulis terbaik New York Times
  3. menawarkan pola hidup bahagia yang dapat membantumu memperlambat langkah, rileks, dan menemukan kembali keseimbangan diri.

 

 

ENDORSEMENT

“Jennifer McCartney, membuat sebuah buku yang mendalam, lucu, dan indah. Bacaan yang sangat menyenangkan. The Little Book of Sloth Philosophy adalah jenis buku yang membuat penulis ingin menulis, pembaca ingin merekomendasikannya, dan para penggemar sloth yang sangat ingin menambahkan koleksinya.”

—Carley Fockler, editor majalah Artifact Literary

“Buku ini berbicara soal slow things down, menikmati hidup, tetapi bisa diselesaikan dalam waktu sehari. Bukan karena terburu-buru, tetapi memang buku ini menarik untuk dibaca. Baca buku ini sesantai mungkin. Cocok dibaca di tengah pandemi di mana tiba-tiba waktu kerja menjadi 24 jam padahal di hadapan kita ada kopi, roti, netflix, dan spotify.”

—Goodreads

“(Buku yang) membuat rileks saat membacanya. Berisi humor dan fakta unik, tetapi penuh makna. Mudah dibaca. Direkomendasikan untuk siapa pun yang menginginkan self-love.”

—Amazon

“Buku yang menggemaskan, lucu, dan menghibur. Berilah buku ini kepada siapa pun yang terlalu workaholic agar ia dapat menikmati hidup dengan lebih santai. Manjakan dirimu dengan The Little Book of Sloth Philosophy dan bersantailah!”

—Parabatai Review

“Hadiah terbaik untuk temanmu yang membutuhkan jalan keluar dari roda hamster.”

CultureFly

“Buku yang sangat menarik, menyenangkan, dan penuh dengan fakta tentang kungkang. Ilustrasi dalam buku sangat bagus dan menjadi bagian terfavorit! Cocok untuk dibaca oleh siapa pun yang ingin bernafas sejenak dan menikmati hari dengan cara yang menyenangkan.”

—Waterstone

“Buku ini menyarankan pembaca untuk melawan gaya hidup yang terbilang overproductive hingga kehilangan fokus atas diri sendiri. Mulai dari hal-hal kecil seperti makan dan tidur yang cukup, hingga waktu bersama orang terkasih.”

—Popbela

“Buku ini menyadarkan kita bahwa gak selamanya kita harus tancap gas. Ada kalanya kita harus melambat seperti kungkang untuk mendapatkan hasil terbaik. Seperti kungkang yang gerakannya lambat, filosofi ini menekankan pentingnya untuk being the present, menikmati momen yang ada di hadapan kita. Lambat itu ga masalah, asal tau batas dan kewajiban.”

—Young On Top

“Dengan membaca buku ini, Anda akan mengerti bahwa kadang menjadi kungkang di tengah kehidupan yang sibuk itu tidak apa-apa. Filosofi ini juga memberikan Anda beberapa tips mengenai jam tidur, makan, bekerja, keluarga, hingga percintaan.”

—momsmoney.id

 

KUTIPAN

  1. “Setelah kamu beristirahat terlebih dahulu, pada akhirnya, kamu mungkin akan mengerjakan apa yang harus dikerjakan.”
  2. “Riset membuktikan bahwa mengurangi kecepatan dalam berbagai hal secara umum memiliki begitu banyak keuntungan, mulai dari membantu mengatasi rasa sakit hingga meningkatkan level kebahagiaan serta mengurangi rasa stres.”
  3. Menurut paparan ahli zoologi Lucy Cooke, Kungkang adalah guru terbaik untuk kehidupan yang pelan-pelan, stabil, dan berkelanjutan.
  4. Hewan ini cenderung introspektif, tidak tergesa-gesa, santai, dan fokus.
  5. Melakukan secara perlahan akan menimbulkan sudut pandang baru yang sebelumnya tidak terlihat. Jadi tanpa harus terburu-buru semua akan selesai bahkan lebih fokus dan detail.
  6. Sudah saatnya, bagi kita untuk menghalalkan kemalasan, meluangkan waktu untuk diri sendiri, dan memprotes segala rutinitas yang membuat kita berlama-lama di tempat tidur.
  7. ​​Tidak perlu berpikir bahwa kita harus selalu sibuk, ikut serta, terhubung, atau produktif terus-menerus.
  8. Sibuk itu bukan sesuatu yang dapat dibanggakan jika kamu merasa sengsara dalam melakukannya.

 

DAFTAR ISI

Bagian Satu

Mari Belajar tentang Kungkang

Pendahuluan: Mengenal Filosofi Kungkang—1

Metode SLOW Hidup ala Kungkang—5

Para Pesohor Pengikut Filosofi Kungkang—19

Bagian Dua

Pedoman Praktis

Sehat Lahir dan Batin—25

Makanan dan Minuman—55

Tidur—75

Bersantai dan Bersenang-senang—87

Love and Relationships—117

Bekerja dan Sekolah—137

Kecantikan dan Perawatan Diri—159

Kesimpulan: Hidup ini Singkat, Lakukanlah
Segala Sesuatu yang Kamu Sukai—173

Tentang Penulis—177

 

 

Mengapa Aku Mengalami Burnout?

Mengapa Aku Mengalami Burnout?

 

Sebuah situs pencarian kerja melakukan survei terhadap 1500 pekerja berkaitan dengan burnout, kondisi yang muncul saat seseorang merasa lelah dan stres karena pekerjaan. Dalam survei tersebut diketahui bahwa tingkat burnout karyawan naik menjadi 59% selama masa pandemi. Kenaikan persentase karyawan yang terkena burnout juga terjadi pada Generasi Z dan baby boomers.

Di Indonesia, kesadaran akan bahaya burnout masih sedikit. Hal tersebut menyebabkan banyaknya karyawan—terutama generasi milenial—bergonta-ganti pekerjaan karena rasa lelah dan stresnya. Namun, sebenarnya apakah burnout itu? Apakah burnout bisa dihindari atau diatasi dengan kita tetap berada pada lingkungan kerja yang sama?

Melalui buku ini, psikiater Ahn Juyeon membantu kita memahami gelaja burnout yang tanpa sadar dirasakan. Burnout merupakan kondisi yang muncul saat orang merasakan lelah dan stres karena menghadapi tuntutan pekerjaan. Saya harap, melalui buku ini Anda dapat menentukan keputusan yang tepat untuk kesehatan mental dan karier Anda.

 

Profil Penulis:

Ahn Juyeon, psikiater spesialis yang membantu menyembuhkan penyakit mental dan stres yang dialami oleh klien dengan melihatnya dari tiga sisi: biologis, psikologis, dan sosiologis secara bersamaan. Beliau mengamati secara saksama perasaan manusia dan keseharian mereka, dan melakukan riset terhadap konflik dan kesulitan yang berkesinambungan dengan pekerjaan, hubungan pertemanan, dan keluarga yang memiliki nilai berharga dalam hidup. Beliau mempertimbangkan cara menjaga mental kuat di lingkungan yang kompetitif. Beliau memiliki hobi membaca buku, menulis, serta menyukai kucing.

Sekarang, beliau adalah CEO klinik Mind Mansion dan dosen honorer spesialis kesehatan mental di fakultas kedokteran Universitas Sungkyunkwan.

Apa saja isi buku ini?

  • Identifikasi gelaja burnout yang dialami
  • Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang terkena burnout
  • Cara mengendalikan rasa cemas dan emosi di tempat kerja
  • Faktor penyebab stres dalam pekerjaan
  • Saran kepada para pemimpin generasi babyboomers
  • Gejala fisik saat seseorang mengalami burnout
  • Cara mengatasi burnout

 

Apa Keunggulan Buku Ini?

 

  • Ditulis oleh psikiater spesialis yang membantu menyembuhkan penyakit mental dan stres
  • Buku ini membahas tentang masalah burnout yang jarang menjadi perhatian masyarakat Indonesia.
  • Sesuai hasil riset dan ditulis dari tiga sisi sudut pandang: biologis, psikologis, dan sosiologis.
  • Ahn Juyeon memberikan solusi mengatasi burnout yang mudah dipraktikkan dalam buku ini
  • Terjemahan yang mudah dipahami
  • Berisi kutipan-kutipan inspiratif
  • Dilengkapi kata pengantar dari Psikolog Saskhya Aulia Prima, M.Psi

 

Daftar Isi:

  • Apakah Anda mengalami sindrom burnout?
  • Apa itu sindrom burnout?
  • Mengapa saya mengalami burnout?
  • Brain burnout, emotional burnout
  • Pekerjaan yang menuntut emotional labor
  • Kecemasan dan emosi yang menyebabkan burnout
  • Berbagai faktor penyebab stres dalam pekerjaan
  • Jika Anda tidak bisa berhenti bekerja begitu saja
  • Kepada para pemimpin yang membaca buku ini
  • Milenial, generasi yang banyak mengalami sindrom burnout
  • Tragedi efisiensi prioritas
  • Lingkungan yang melelahkan, Eksploitasi Diri Terus-Menerus
  • Peringatan yang diberikan tubuh
  • Stres dan perubahan pada tubuh
  • Sistem Saraf Simpatik dan Parasimpatik
  • Ritme Alami Makhluk Hidup
  • Pernapasan untuk melepas Ketegangan
  • Menganalisis Tubuh dan Hati
  • Menulis Buku Harian Pancaindra
  • Selftalk
  • Resep Darurat untuk Diri Sendiri
  • Keputusan untuk Melindungi Diri Sendiri
  • Cara Mengutarakan Apa yang Kuinginkan
  • Tahap Akhir Pemulihan
  • Cara mengatasi burnout
  • 10 cara mengatasi sindrom burnout

 

Untuk siapa buku ini?

  • Generasi Milenial
  • Pekerja metropolitan
  • Usia: 23-35 tahun

 

Quotes:

  • Burnout berarti membiarkan semuanya terbakar. Jika kayu dibakar sampai habis, ia akan menjadi arang. Jika arang itu terkena api, ia akan menjadi bahan bakar yang dapat bertahan lama. Namun, jika arang itu tidak ditambah dan dibiarkan terus menyala, ia akan menjadi abu putih yang bahkan bila diberi api pun tidak akan menyala.
  • WHO menyatakan burnout sebagai sindrom yang diakibatkan stress akut terhadap pekerjaan yang tidak dikendalikan dengan baik.
  • Tidak ada standar yang mengatakan bahwa Anda harus bekerja keras untuk mencapai keberhasilan tertentu.
  • Apakah bekerja keras dan mencapai hal yang kita inginkan termasuk kehidupan yang ideal?
  • Seberapa keras kita harus berusaha dalam hidup?

 

Informasi Tambahan

Berat 1000 g
Dimensi 3 × 13 × 19 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “BUNDLING THE LITLLE BOOK OF SLOTH PHILOSOPHY & BURN OUT”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda mungkin juga suka…

Open chat
1
Hi Kak, dengan Admin disini.
Buku BUNDLING THE LITLLE BOOK OF SLOTH PHILOSOPHY & BURN OUT ini bisa menjadi milik anda hanya dengan harga Rp142.400
Bila ada yang ingin ditanyakan, silahkan menghubungi kami. Terimakasih