Sinopsis
Melalui pendekatan Attachment Theory, Attached menjelaskan bagaimana pola kedekatan emosional memengaruhi cara seseorang mencintai, menghadapi konflik, dan membangun hubungan. Amir Levine dan Rachel Heller menunjukkan bahwa banyak hubungan yang terasa intens, melelahkan, atau penuh tarik-ulur sebenarnya dipengaruhi oleh attachment styles—secure, anxious, avoidant, atau disorganized. Dengan menggabungkan psikologi, neuroscience, asesmen, dan berbagai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini membantu pembaca memahami dirinya dan pasangannya, membangun komunikasi yang lebih sehat, serta mengusahakan hubungan yang lebih aman, stabil, dan suportif.
Penulis Buku
Amir Levine Amir Levine adalah seorang psikiater, molecular neuroscientist, dan Associate Professor of Clinical Psychiatry di Columbia University. Selain menjadi co-author dari Attached, Levine juga menerbitkan bukunya sendiri, yakni Secure (2026). Levine menyelesaikan residensi psikiatri di New York Presbyterian/Columbia University dan meraih peringkat pertama di angkatannya selama tiga tahun berturut-turut, sebelum melanjutkan spesialisasi di bidang psikiatri anak dan remaja. Di Columbia University, ia terlibat sebagai Principal Investigator dalam riset yang didanai NIH bersama peraih Nobel Eric Kandel. Pengalaman klinisnya kemudian mendorong Levine mengembangkan Secure Priming Therapy, sebuah pendekatan terapi yang menggabungkan attachment science, psikologi klinis, dan neuroscience untuk membantu individu membangun pola relasi yang lebih aman.
Rachel Heller
Ia memiliki ketertarikan besar pada perilaku manusia, budaya, dan hubungan interpersonal. Heller meraih gelar dalam behavioral sciences (psychology, anthropology, dan sociology) serta gelar Master di bidang social-organizational psychology dari Columbia University. Dalam praktiknya, Heller bekerja di sektor publik maupun praktik privat dengan mendampingi keluarga, pasangan, dan anak-anak. Heller juga memiliki pengalaman bekerja di sejumlah firma konsultan besar seperti PricewaterhouseCoopers, KPMG, dan Towers Perrin. Ia menggabungkan attachment-based principles dengan cognitive behavioral therapy serta experiential-based approaches untuk membantu individu membangun hubungan yang lebih sehat dan aman.












Ulasan
Belum ada ulasan.