DI BALIK FENOMENA PICKMEISHA

Yang perlu kita ketahui lebih dulu: pickmeisha adalah istilah untuk perempuan yang melakukan apa pun demi laki-laki dengan tujuan laki-laki itu memilihnya dan tetap bersamanya. Dia benar-benar melakukan apa pun demi tujuan itu tercapai. Jika laki-laki tidak memiliki uang, perempuan akan meminjamkannya, dia bersedia menanggungnya, merawatnya.

Tipe perempuan seperti ini agaknya putus asa dan merasa dirinya tidak berharga tanpa adanya kehadiran laki-laki dalam hidupnya. Yup, dia merendahkan dirinya sendiri. Sikap ini termasuk ke dalam low value woman. Jika ingin tawaduk (rendah diri) sih tidak apa-apa, tapi jangan sampai menggantungkan harapanmu pada selain Allah, ya ladies.

SUMBER KEBAHAGIAAN: KASIH SAYANG

Berkaitan dengan fenomena ini, dalam buku Filosofi Hidup Bahagia dipaparkan beragam sumber kebahagiaan. Salah satunya adalah kasih sayang.

Orang-orang yang merasa putus asa, kehilangan semangat dan minat pada apa pun biasanya disebabkan oleh perasaan tidak dicintai. Ada kemungkinan saat masih kecil dia tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup. Oleh karena itu, orang-orang jenis ini akan melakukan apa pun demi memperoleh kasih sayang. Inilah yang terjadi pada fenomena pickmeisha. Dia akan melakukan kebaikan yang tidak biasa, seperti yang sudah disebutkan di atas, perempuan bersedia menanggung kehidupan laki-laki dan merawatnya. Biasanya kebaikan dengan tujuan seperti ini tidak akan berhasil karena sudah bisa ditebak oleh si penerima.

Oleh sebab itu, mereka akan kecewa jika perbuatan baiknya tidak mendapatkan balasan. Orang-orang yang merasa tidak dicintai akan merasa minder dan putus asa, persis seperti ciri-ciri low value woman.

Lantas apa yang harus dilakukan oleh para perempuan yang melakukan hal itu demi pasangan tetap di sisinya?

Lakukan dengan tulus dan sewajarnya. Sebab kasih sayang yang tulus merupakan sumber kebahagiaan yang dapat menimbulkan rasa aman dalam diri. Rasa bersemangat akan muncul ketika merasakan kasih sayang yang saling timbal balik, tidak hanya menerima rasa cinta, tetapi juga memberikan cinta dan kasih sayang.

Tapi kalau sudah terjebak dengan hubungan yang membuat diri menjadi low value woman, lepaskanlah. Jadilah perempuan pintar dan tidak bisa dibodohi laki-laki yang hanya bermodal mulut manis tanpa melakukan aksi apa pun.

 

Sumber:

Russel, Betrand. 2020. Filosofi Hidup Bahagia. Jakarta: Penerbit Renebook.

Channel Youtube Just in Case.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *